TUGAS KULIAHKETERAMPILAN BERBICARA
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah kita semua masih dan semoga selalu di beri kesehatan, kekuatan, keberkahan serta inayah oleh Allah SWT Aaaamiiinn... tak lupa juga selalu kita curahkan Doa dan Sholawat serta Salam kepada junjungan Nabi Besar kita Muhammad s.a.w.
Kali ini saya ingin memposting beberapa dokumentasi pekerjaan alias tugas yang ada dalam kelas kami. Monggo disimak dan boleh lah saya ijinkan untuk share ^_^
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Istilah "Cognitive"
berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian
yang luasnya cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan, dan penggunaan
pengetahuan. Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini
menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum
yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang
berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka,
pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, pertimbangan,
membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang
berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi
(perasaan) yang bertalian dengan rasa. Menurut para ahli jiwa aliran
kognitifis, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi,
yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu
terjadi.
B. Ciri-ciri Aliran
Kognitivisme
·
Mementingkan apa yang ada dalam
diri manusia
·
Mementingkan keseluruhan dari
pada bagian-bagian
·
Mementingkn peranan kognitif
·
Mementingkan kondisi waktu
sekarang
·
Mementingkan pembentukan struktur
kognitif
Belajar kognitif ciri khasnya
terletak dalam belajar memperoleh dan mempergunakan bentuk-bentuk
reppresentatif yang mewakili obyek-obyek itu di representasikan atau di
hadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang, yang
semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental, misalnya seseorang
menceritakan pengalamannya selama mengadakan perjalanan keluar negeri, setelah
kembali kenegerinya sendiri. Tampat-tempat yang dikunjuginya selama berada di
lain negara tidak dapat diabawa pulang, orangnya sendiri juga tidak hadir di
tempat-tempat itu. Pada waktu itu sedang bercerita, tetapi semulanya
tanggapan-tanggapan, gagasan dan tanggapan itu di tuangkan dalam kata-kata yang
disampaikan kepada orang yang mendengarkan ceritanya.
BAB II
TOKOH-TOKOH TEORI KOGNITIVISME
A. Tokoh – Tokoh Teori
Kognitivisme
1.
Jean Piaget, teorinya disebut
"Cognitive Developmental"
Dalam teorinya, Piaget memandang
bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dan fungsi intelektual dari
konkret menuju abstrak. Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir
sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak.
Piaget adalah ahli psikolog developmentat karena penelitiannya mengenai tahap
tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan
belajar individu.
2.
Teori Perkembangan Kognitif yang
telah dikembangkan oleh Bruner.
Berbeda dengan Piaget, Burner
melihat perkembangan kognitif manusia berkaitan dengan kebudayaan. Bagi Bruner,
perkembangan kognitif seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan,
terutama bahasa yang biasanya digunakan.
3.
Teori Perkembangan Kognitif yang
telah dikembangkan oleh Ausebel
Salah satu tokoh yang emandang
bahwa Proses belajar terjadi jika siswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang
dimilikinya dengan pengetahuan baru yang dimana Proses belajar terjadi melaui
tahap-tahap:
1) Memperhatikan stimulus yang diberikan
2) Memahami makna stimulus menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Teori kognitif adalah teori yang
umumnya dikaitkan dengan proses belajar. Kognisi adalah kemampuan psikis atau
mental manusia yang berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan,
menduga dan menilai. Dengan kata lain, kognisi menunjuk pada konsep tentang
pengenalan. Adapun teori yang sudah dikenal antara lain:
v Jean Piaget, teorinya disebut "Cognitive Developmental" yang
Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas
gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak,
v Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan
oleh Bruner, yang dimana Burner memandang perkembangan kognitif manusia
berkaitan dengan kebudayaan. Bagi Bruner, perkembangan kognitif seseorang
sangat dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan, terutama bahasa yang biasanya
digunakan.
v Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan
oleh Ausebel, yang mengatakan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika isi
pelajarannya didefinisikan dan kemudian dipresentasikan dengan baik dan tepat
kepada siswa (advanced organizer), dengan demikian akan mempengaruhi pengaturan
kemampuan belajar siswa.
B. Saran
Hendaknya pengetahuan tentang
kognitivisme siswa perlu dikaji secara mendalam oleh calon guru dan para guru
demi menyukseskan proses belajar
dikelas.
Tanpa pengetahuan tentang kognitivisme
siswa, guru akan mengalami kesulitan dalam membelajarkannya dikelas, yang pada
akhirnya mempengaruhi rendahnya kualitas proses pendidikan yang dilakukan oleh
guru dikelas.
Faktor kognitif merupakan jendela
bagi masuknya berbagai pengetahuan siswa melalui belajar, baik secara mandiri
maupun kelompok.
Alhamdulillah, mungkin ini dulu yang bisa saya share. Semoga postingan kali ini selalu membuat kita semangat dan ter inspirasi akan suatu hal yang baru kedepannya, untuk kemajuan perkembangan generasi muda kita yang baik, berkualitas dan bermanfaat baik untuk sendiri, keluarga, bangsa dan negara.
silahkan ketik like dan sarannya, demi kemajuan blog kami juga pembaca lainnya..
Billahi Taufik Wal Hidayah.. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Gunakan Google Chrome Untuk Mendapatkan Tampilan Terbaik Blog Ini ( ^_^ )