Flag Counter

Rabu, 14 September 2016

Keterampilan Berbicara ( Kognitivisme )

TUGAS KULIAHKETERAMPILAN BERBICARA

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah kita semua masih dan semoga selalu di beri kesehatan, kekuatan, keberkahan serta inayah oleh Allah SWT Aaaamiiinn... tak lupa juga selalu kita curahkan Doa dan Sholawat serta Salam kepada junjungan Nabi Besar kita Muhammad s.a.w.


Kali ini saya ingin memposting beberapa dokumentasi pekerjaan alias tugas yang ada dalam kelas kami. Monggo disimak dan boleh lah saya ijinkan untuk share ^_^



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Istilah "Cognitive" berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian yang luasnya cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa. Menurut para ahli jiwa aliran kognitifis, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.

B.  Ciri-ciri Aliran Kognitivisme
·         Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia
·         Mementingkan keseluruhan dari pada bagian-bagian
·         Mementingkn peranan kognitif
·         Mementingkan kondisi waktu sekarang
·         Mementingkan pembentukan struktur kognitif
Belajar kognitif ciri khasnya terletak dalam belajar memperoleh dan mempergunakan bentuk-bentuk reppresentatif yang mewakili obyek-obyek itu di representasikan atau di hadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang, yang semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental, misalnya seseorang menceritakan pengalamannya selama mengadakan perjalanan keluar negeri, setelah kembali kenegerinya sendiri. Tampat-tempat yang dikunjuginya selama berada di lain negara tidak dapat diabawa pulang, orangnya sendiri juga tidak hadir di tempat-tempat itu. Pada waktu itu sedang bercerita, tetapi semulanya tanggapan-tanggapan, gagasan dan tanggapan itu di tuangkan dalam kata-kata yang disampaikan kepada orang yang mendengarkan ceritanya.































BAB II
TOKOH-TOKOH TEORI KOGNITIVISME
A.  Tokoh – Tokoh Teori Kognitivisme
1.   Jean Piaget, teorinya disebut "Cognitive Developmental"
Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dan fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Piaget adalah ahli psikolog developmentat karena penelitiannya mengenai tahap tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajar individu.
2.   Teori Perkembangan Kognitif yang telah dikembangkan oleh Bruner.
Berbeda dengan Piaget, Burner melihat perkembangan kognitif manusia berkaitan dengan kebudayaan. Bagi Bruner, perkembangan kognitif seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan, terutama bahasa yang biasanya digunakan.
3.   Teori Perkembangan Kognitif yang telah dikembangkan oleh Ausebel
Salah satu tokoh yang emandang bahwa Proses belajar terjadi jika siswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan baru yang dimana Proses belajar terjadi melaui tahap-tahap:
1)   Memperhatikan stimulus yang diberikan
2)   Memahami makna stimulus menyimpan dan  menggunakan informasi yang sudah dipahami.
















BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
Teori kognitif adalah teori yang umumnya dikaitkan dengan proses belajar. Kognisi adalah kemampuan psikis atau mental manusia yang berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan, menduga dan menilai. Dengan kata lain, kognisi menunjuk pada konsep tentang pengenalan. Adapun teori yang sudah dikenal antara lain:
v  Jean Piaget, teorinya disebut "Cognitive Developmental" yang Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak,
v  Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Bruner, yang dimana Burner memandang perkembangan kognitif manusia berkaitan dengan kebudayaan. Bagi Bruner, perkembangan kognitif seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan, terutama bahasa yang biasanya digunakan.
v  Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Ausebel, yang mengatakan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika isi pelajarannya didefinisikan dan kemudian dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada siswa (advanced organizer), dengan demikian akan mempengaruhi pengaturan kemampuan belajar siswa.


B.  Saran
Hendaknya pengetahuan tentang kognitivisme siswa perlu dikaji secara mendalam oleh calon guru dan para guru demi menyukseskan  proses belajar dikelas.
Tanpa pengetahuan tentang kognitivisme siswa, guru akan mengalami kesulitan dalam membelajarkannya dikelas, yang pada akhirnya mempengaruhi rendahnya kualitas proses pendidikan yang dilakukan oleh guru dikelas.
Faktor kognitif merupakan jendela bagi masuknya berbagai pengetahuan siswa melalui belajar, baik secara mandiri maupun kelompok.



Alhamdulillah, mungkin ini dulu yang bisa saya share. Semoga postingan kali ini selalu membuat kita semangat dan ter inspirasi akan suatu hal yang baru kedepannya, untuk kemajuan perkembangan generasi muda kita yang baik, berkualitas dan bermanfaat  baik untuk sendiri, keluarga, bangsa dan negara.

silahkan ketik like dan sarannya, demi kemajuan blog kami juga pembaca lainnya..

Billahi Taufik Wal Hidayah.. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Related Post:



0

0 komentar:

Posting Komentar

Open Cbox
Gunakan Google Chrome Untuk Mendapatkan Tampilan Terbaik Blog Ini ( ^_^ )